Adv. Dinda Restu, S.H.: Menjadikan Hukum sebagai Jalan untuk Menciptakan Ruang Aman dan Keadilan

Nosel.id Jakarta- Di balik profesinya sebagai advokat, Adv. Dinda Restu, S.H. menyimpan sebuah keyakinan sederhana namun kuat: hukum seharusnya menjadi pelindung bagi setiap warga negara, bukan sekadar kumpulan pasal yang tertulis dalam buku.

Keyakinan itulah yang menjadi alasan mengapa ia memilih jalan hidup di dunia hukum dan terus berjuang menghadirkan rasa aman, keadilan, serta perlindungan bagi masyarakat.

Dinda berasal dari Kota Depok, Jawa Barat, sebuah kota yang sering kali menjadi bahan candaan dan lelucon di media sosial. Namun bagi dirinya, Depok adalah rumah yang menyimpan begitu banyak cerita, pengalaman, dan pelajaran hidup yang membentuk siapa dirinya saat ini.

Orang mungkin mengenal Depok dari berbagai lelucon yang beredar, tetapi bagi saya, Depok adalah tempat yang menyimpan banyak kisah, mulai dari yang pahit hingga yang manis.

Semua pengalaman itu menjadi bagian dari proses kehidupan yang membentuk karakter saya,” ungkapnya.

Ketertarikannya terhadap dunia hukum sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Di usia ketika banyak anak masih mencari arah dan cita-cita, Dinda justru telah menemukan ketertarikannya pada persoalan keadilan, hak-hak masyarakat, dan bagaimana hukum dapat menjadi alat untuk melindungi mereka yang membutuhkan.

Seiring waktu, ketertarikan tersebut berkembang menjadi panggilan hidup.

Ia memilih menempuh pendidikan hukum dan akhirnya berprofesi sebagai advokat, sebuah profesi yang menurutnya bukan hanya pekerjaan, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Bagi Dinda, salah satu kebahagiaan terbesar dalam profesinya adalah ketika ia mampu membantu orang lain mendapatkan hak-haknya.

Ada kepuasan tersendiri saat melihat seseorang memperoleh keadilan, perlindungan, dan rasa aman yang memang menjadi hak mereka sebagai warga negara.

Saya bahagia ketika bisa membantu membela hak-hak seseorang. Melihat orang lain dapat hidup dengan lebih aman dan nyaman karena mendapatkan perlindungan hukum adalah hal yang sangat berarti bagi saya,” tuturnya.

Namun, perjalanan di dunia hukum juga memperlihatkan berbagai realitas yang tidak selalu mudah diterima. Sebagai praktisi hukum, Dinda sering melihat bagaimana keadilan masih menjadi sesuatu yang sulit diakses oleh sebagian masyarakat, khususnya mereka yang berasal dari kelompok ekonomi lemah.

Ia menyoroti kenyataan bahwa masih ada masyarakat kecil yang tersandung persoalan hukum namun kesulitan mendapatkan pendampingan dan perlindungan yang layak.

Tidak jarang pula muncul anggapan bahwa hukum dapat dipengaruhi oleh kepentingan tertentu, sehingga mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang seharusnya menjadi penjaga keadilan.

Sangat menyedihkan ketika hukum dianggap tidak lagi memiliki harga diri dan integritas.

Apalagi ketika masyarakat kecil harus berjuang keras untuk mendapatkan keadilan yang seharusnya menjadi hak mereka,” katanya.

Meski demikian, Dinda memilih untuk tetap optimistis. Ia percaya bahwa perubahan selalu mungkin terjadi selama masih ada orang-orang yang mau bekerja, bersuara, dan memperjuangkan nilai-nilai keadilan dengan penuh integritas.

Sebagai perempuan yang berkecimpung di dunia hukum, Dinda juga memiliki perhatian besar terhadap isu perlindungan dan pemberdayaan perempuan.

Ia berharap semakin banyak ruang aman yang tercipta bagi perempuan, baik dalam bidang hukum, ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun kehidupan sosial.

Menurutnya, perempuan berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan hidup tanpa rasa takut terhadap diskriminasi maupun kekerasan.

Oleh karena itu, sistem hukum dan berbagai kebijakan publik harus terus diperbaiki agar mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

Selain itu, Dinda juga berharap Indonesia terus bergerak menuju kondisi yang lebih baik. Ia menginginkan sistem hukum yang semakin transparan dan berkeadilan, perekonomian yang semakin kuat, serta sektor pendidikan dan sosial yang berkembang secara sehat tanpa praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

Di tengah berbagai harapan tersebut, Dinda tetap percaya bahwa perubahan besar selalu berawal dari kesadaran individu. Karena itu, ia ingin menyampaikan pesan khusus bagi para perempuan di mana pun berada.

Sejatinya setiap perempuan seperti bunga yang indah. Mereka memiliki waktu dan cara yang berbeda-beda untuk mekar.

Maka mekarlah hari ini, esok, lusa, atau nanti. Tidak perlu terburu-buru mengikuti perjalanan orang lain.”

Baginya, setiap perempuan memiliki potensi, keunikan, dan kekuatannya masing-masing. Tidak ada standar waktu yang sama untuk meraih kesuksesan ataupun kebahagiaan.

Yang terpenting adalah tetap bertumbuh, menghargai diri sendiri, dan tidak pernah meragukan nilai yang dimiliki.

Kamu indah dan kamu berharga.”

Kisah Adv. Dinda Restu, S.H. menjadi cerminan bahwa profesi hukum bukan hanya tentang memahami peraturan, tetapi juga tentang keberanian memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan idealisme, kepedulian, dan semangat untuk menciptakan ruang yang lebih aman bagi masyarakat, khususnya perempuan, ia terus melangkah sebagai bagian dari mereka yang percaya bahwa keadilan harus dapat dirasakan oleh semua orang.

Karena pada akhirnya, hukum yang baik bukan hanya tertulis dalam undang-undang, tetapi juga hadir dalam kehidupan nyata melalui keberanian orang-orang yang memperjuangkannya.

 

 

Source image: Adv. Dinda Restu, S.H