
Tidak terasa sudah menjelang 14 tahun Tulola Jewelry ikut mewarnai dunia perhiasan Indonesia, dan mampu menjadi etalase terbaik kebudayaan, kekayaan etnik nusantara yang mahakaya untuk bisa di nikmati, disyukuri oleh warga nusantara, sekaligus mampu unjuk gigi di tingkat global.
Ikhtiar dari tiga sahabat yang lekat dan erat lahir batin, Happy Salma, Sri Luce Rusna dan Franka Franklin inui memang udah keukeuh dan mantap sedari awal bahwa hadirnya Tulola ialah untuk memperkuat jatidiri nusantara akan kekayaan motif dan ragam budaya.
Tulola berhasrat menjadi dedoa dan harapan dari jawara nusantara yang mampu menciptakan produk dari output atau intisari kekayaan motif tersebut berupa sebuah model, atau produk perhiasan.
Tulola ingin bersama dengan para penikmat setia dan segenap anak bangsa tidak hanya belajar bersama tentang desain dari sebuah perhiasan yang indah, tetapi Tulola ingin bersama-sama mempelajari akan satu konsep atau gagasan penciptaan dari salah satu jenis produk Tulola.

Juga keistimewaan dari jumlah produksi, Tulola ingin agar setiap perempuan Indonesia mampu menjadi dirinya sendiriyang otentik, berkelas dan percaya diri.
Mereka mampu membawa jatidiri, kekhasan perempuan nusantara ke jagad global. Dengan kesantunan wanita timur, sekaligus mempunyai pernak-pernik keterampilan hidup juga kekayaan yang melekat pada tubuh dan badannya berupa perhiasan dengan sarat simbol dan makna filosofik hidup.
Tulola sudah mempunyai tempat istimewa, di hati para perempuan nusantara yang istimewa juga. Perpaduan desain yang maha indah, konsep yang unggul, dan puluhan pengrajin berkelas master dari pulau Bali dan Jawa yang mengerjakannya dengan penuh cinta dan dedikasi .
Kolaborasi Bali-Jawa dan tema-tema yang khas dan “nusantara banget” sebisa mungkin Tulola hadirkan dalam setiap peluncuran produk baru, peresmian gerai dan perihal lainnya.
Seperti di tahun 2021, Tulola meluncurkan koleksi yang diberi judul Jiwa Penuh Sinar. Dalam pesan dan misi dari koleksi ini ialah, agar para perempuan,wanita Indonsia tetap tegar, kuat dan mempunyai harapan baik yang sama.
Dua tahun lebih didera badai pandemi, tetapi kita bangsa Indonesia mempunyai sebuah mantra ampuh, doa-doa baik dari leluhur untuk menyirnakan apapun yang bersifat negatif.
Di tahun 2022, Tulola tak ketinggalan dengan meluncurkan koleksinya bertajuk Pustaka Tulola: Ketenangan Jiwa. Tema produksi ini bisa diibaratkan sebagai laboraorium bagi ketiga pendiri Tulola, dan daftar lengkap dari inventarisir kekayaan intelektual Tulola.
Bisa disebut demikian karena disana terdapat upaya pencatatan motif kultural nusantara, teknik yang tinggi nan adiluhung, adanya mitos dan cerita, improvisasi desain kekinian juga yang tak kalah penting ialah ide kreatif dari lintas bidang pendiri Tulola yakni Happy Salma, Franka Franklin dan Sri Luce.








