
Kadangkala, sesuatu yang memberi makna dan menciptakan kesan bahkan menciptakan keajaiban bagi diri sendiri dan orang lain muncul dari peristiwa dan sosok yang tanga diduga-diduga. Dia terlahir dari seseorang yang tak mempunyai “privelege” apapun. Tekad, kerja keras dan keyakinan dirinyalah ramuannya.
Kota Salatiga patut berterimakasih kepada kakak beradik, Arfian Fuadi dan Arie Kurniawan. Kiprah kakak beradik yang momentumnya tercipta tatkala menjuarai desain mesin jet kelas dunia yang mengalahkan para doktor dan jawara desain teknik dari kampus-kampus terkemuka seluruh dunia dan perusahaan penerbangan di tahun 2013.
Langkah kedua kakak beradik lulusan SMK ini kemudian berlanjut dengan langkah-langkah taktis dan terobosan khas ala pebisnis, tetapi tidak mengesampingkan pemberdayaan dan pertumbuhan dari SDM baru yang ada disekitar laboratorium kecilnya ini.

Momentum tercipta dan melaju karena, lima tahun sebelum ia berdua menjuarai desain bracket pesawat jet ditahun 2013 itu, di tahun 2009 sudah dengan peralatan dan jejaring seadanya mendirikan perusahaan desain produk teknik bernama Dtech Enginering.
Hasil dari memenangkan kejuaraan yang dihelat oleh General Electric dengan mengalahkan 700 peserta dari Oxxord University,Swedish Air Force dll ini menaikkan kelas dan jejaring Arfian dan Arie tentu saja.
Mentoring yang telaten dan sabar dari CEO General Elelctric Indonesia, Hendry Satriago membuat nafas Dtech dan pendirinya semakin panjang dan yakin untuk menjadi jawara di kandang sendiri dan bersaing di tingkat dunia.

Arfian dan Arie tetap di fase awal yang tak pernah kendor. Ia tetap ulet, mempunyai tekad dan visi yang panjang. Pesanan dari puluhan negara-negara Eropa barat, Asia dll berdatangan. Dtech Engineering yang awalnya hanya terdiri beberapa orang saja kini sudah mampu membuka lowongan pekerjaan dan menguatkan talenta bagi insan muda seluruh Indonesia.
Manajemen bisnis, kolaborasi dan pertumbuhan jejaring baru serta kelangsungan bisnis senantiasa ia jaga. Dtech, mampu memberikan bukti dan menjadi sebuah “ mata air” untuk menyudahi kegersangan dibidang pendidikan vokasi tanah air, yang konon tidak selesai dari mana dan sampai apa akar problemnya.

Kebaharuan-kebaharuan produk yang berasal dari keinginan klien, Dtech posting di laman sosial media sang founder, dengan intisarinya mengkabarkan bahwa dunia teknik dan enginering atau reka desain mekanikal itu sangat menyenangkan dan menghasilkan.
Video-video, gambar dan langkah-langkah dari Dtech Engineering yang saban hari memunculkan kesan kebanggaan, kegembiraan serta optimisme untuk seluruh warga nusantara ini.
Dtech Engineering terus bermanuver. Spontanitas dan reaksi tanpa rekayasa malah menjadi ide yang original dan tanpa tanding. Sebut saja film Sukotjo & Industrial Revolution 4.1 yang tercipta saat proses edukasi SDM internal dan adanya kejenuhan.
Dtech dengan gaya khasnya. Riang gembira, lugas dan solusi selalu menjadi oase bagi kita semua untuk tidak terlambat menengok beranda sosial medianya. Lowongan-lowongan pekerjaan baru, kerjasama dan kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi yang ujung-ujungnya ialah menawarkan sekolah gratis hanya membayar dengan kreativitas.
Dtech Enginering sudah berhasil kaderisasi. SDM-SDM baru duduk sebagai CEO, dan budaya merito berhasil diterapkan juga tak lupa dikabarkannya. Ada satu quote yang selalu menjadi pesan untuk Fajar Budi Laksono, sang CEO Dtech Engineering bahwa “ Seorang desainer yang hebat pasti orangnya akan bijaksana.” Karena cara berfikir di dunia desain kita dituntut berfikir secara kompleks. Tidak hanya bab bentuk, tetapi ada analisa market, metode manufacturing, toleransi ukur dll yang semuanya disesuaikan dengan SDM yang ada dan fasilitas alat.”
Pesan dari pendiri, Arfian Fuadi ini selalu menjadi pegangan tim Dtech, dan untuk selalu ramah. Mengutamakan pelanggan dan menyenangkan tamu, sahabat-sahabat baru Dtech yang bertambah secara signifikan setiap harinya.
Dtech Engineering semakin masif kontribusi positifnya untuk kemajuan bidang vokasi di Indonesia. Diskusi, rencana kerja dan kolaborasi dengan beberapa kementerian, studi banding dari beberapa institusi dan individu penting negeri ini juga semakin membuat padat jadwal seluruh awak Dtech, ditengah padatnya pesanan dan deadline ketat dari klien.
Ya, kedua kakak beradik ini mampu memberikan jawaban sekaligus gerak nyata keteladanan. Bahwa kebaikan dan kebermanfaatan, menebar makna hidup bisa kita lakukan dengan bidang kita apapun. Catatan khusunya mungkin ialah lewati proses, ulet dan mampu berfikir lebih keras dari yang lainnya, karena kita mempunyai “ nyala energi” yang super untuk bidang yang kita cintai ini.








