Ini adalah kegiatan seminggu lalu, tepatnya di tanggal 7 Agustus 2022 dengan tema atau domain acaranya ialah Rakernas PETANESIA “Mengobarkan Semangat Kebhinekaan Untuk Indonesia Maju “ .
Bertempat di Institut Dr KH Abdul Halim, Mojokerto acara ini dihadiri seluruh DPC dan DPW Petanesia se Indonesia. Sebelum pembukaan berlangsung didahului pagelaran budaya dan seni yang menampilkan beberapa seniman dan tarian daerah khas dari Pasuruan.
Dan di sore harinya diadakan Halaqoh Kebangsaan dengan narasumber Prof. Dr. AS Hikam, mantan Menristek era Gus Dur. Halaqoh ini dalam rangkaian Rakernas diikuti oleh peserta rakernas dengan memakai baju seragam Patanesia. Upacara pembukaan Rakernas juga dihadiri oleh beberapa Pejabat TNI dan Jenderal Handono dari BNPT. Hadir pula dalam pembukaan yang diselenggarakan pagi Jumat dari Raja dari Kerajaan Solo dan Raja dari Bali.
Dalam rakernas tersebut juga dilaksanakan Pelantikan DPC Petanesia dari kota dan kabupaten di Jawa Timur. Bertindak sebagai Ketua Panitia Rakernas sekaligus Ketua Petanesia Mojokerto Gus Barra putra DR KH Asep Syaifudin Abdul Halim Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Umah yang menjadi Wakil Bupati Mojokerto.
Asep Syaifudin Abdul Halim dalam sambutannya mengatakan “Kami selaku tuan rumah mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya sebagai tempat untuk Rakernas II. Selanjutnya sebagai anggota Petanesia memiliki PR besar untuk menanamkan nasionalisme kepada generasi penerus bangsa,” ujar beliau.
“Indonesia yang adil dan makmur menjadi cita cita bersama. Negeri Indonesia tercinta diperjuangkan bukan hanya orang Islam, Kristen, Katholik, Hindu dan Budha, tapi semuanya terlihat dalam perjuangan kemerdekaan.
Oleh karena itu khidmat kita kepada bangsa dengan bersama menjadi komitmen Petanesia. Khidmat kita kepada bangsa dengan memberikan apa yang kita bisa untuk Indonesia bukan apa yang kita dapatkan dari Indonesia”. Kata sambutan Deni R Sagara, S.Fil selaku Sekjen DPP Petanesia mewakili ketua yang tidak bisa hadir.
Lalu, Prof. DR. KH. Asep Syaifudin Abd Halim dalam arahanya juga berkata “Tugas pemimpin dalam mewujudkan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Tasharoful imam mautun ala roiyah bil maslahat. Halaqah kemari merekomendasikan kepada lembaga eksekutif, yudikatif dan legislatif untuk mewujudkan hal tersebut. Kita bisa mencontoh terhadap pemerintahan Umar Abdul Aziz yang berawal dari pemerintahan yang miskin pada tahun pertama. Namun setelah menggerakkan zakat dari rakyat memasuki tahun yang kedua semua rakyat menjadi makmur.”
Sebagai tambahan Petanesia ialah Pecinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) merupakan kelanjutan dari perkumpulan Pecinta Merah Putih Indonesia (PMPI) yang didirikan oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya pada 2005. Berdirinya Petanesia ialah responsi kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang rentan terhadap perpecahan dan konflik karena perbedaan.
Senada dengan historis awal, dan kebetulan Ketua Umum Betawi Bangkit, Bang David Darmawan yang kebetulan hadir mengatakan beliau sangat takdim kepada para ulama, apalagi sebagai putra Betawi yang sangat kental dengan Agama islam, dan di balik Petanesia ini ada teladan kita semua, sekaligus Dewan Pertimbangan Presiden, Maulana Habib Luthfi Bin Yahya.
“ Saya mengikuti Petanesia dan hadir di sini tentu, untuk mendengar paparan, dan prioritas dari tiga bidang program kerja yaitu agama, litbang nasionalisme dan terakhir kaderisasi. Ini nanti akan saya terapkan di daerah kerja saya, sekaligus jantung negeri ini, ibukota Jakarta ya.” singkat Ketua Lembaga Start Up & Inkubator KADIN Indonesia ini.








