Nosel.id Jakarta- Hamparan sawah hijau yang membentang luas di Tabanan, Bali, menjadi bagian dari masa kecil Ratih Pradewi, yang akrab disapa Atih.
Daerah yang dikenal sebagai lumbung padi Bali itu tidak hanya menghadirkan keindahan alam, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kesederhanaan, kerja keras, dan ketekunan yang terus ia pegang hingga saat ini.
Berbekal semangat untuk terus berkembang, Atih memilih berkarier di dunia teknik sipil, khususnya pada bidang infrastruktur.
Di tengah kesibukan sebagai profesional, ia juga sedang menempuh pendidikan Magister (S2) Infrastruktur Lingkungan untuk memperdalam ilmu yang telah menjadi passion-nya.
Namun, perjalanan Atih tidak berhenti di sana. Ia juga mengembangkan bisnis di bidang usaha kos-kosan dan penyewaan garasi, sekaligus aktif menerima pekerjaan sebagai model dan master of ceremony (MC).
Baginya, setiap kesempatan adalah ruang untuk belajar, berkembang, dan memperluas pengalaman.
Menjalani banyak peran sekaligus tentu bukan perkara mudah.
Tantangan terbesar yang ia hadapi adalah membagi waktu dan mengelola keuangan di tengah padatnya aktivitas.

Setiap hari, Atih harus menyeimbangkan tanggung jawab sebagai pekerja profesional, mahasiswa pascasarjana, pengelola bisnis, hingga freelancer.
Tak jarang, pekerjaan yang menumpuk membuat waktu istirahatnya sangat terbatas.
Yang membuat perjuangannya semakin berarti, seluruh biaya pendidikan dan pengembangan dirinya ia tanggung sendiri.
Tidak sedikit pengorbanan yang harus dilakukan, tetapi Atih percaya bahwa setiap usaha akan menemukan hasil terbaik pada waktunya.
Keyakinan itu akhirnya terbayar. Berkat kerja keras dan konsistensinya, Atih berhasil menyelesaikan studinya dengan prestasi membanggakan sebagai lulusan terbaik di fakultasnya.
Sebuah pencapaian yang menjadi bukti bahwa disiplin dan ketekunan mampu mengalahkan berbagai keterbatasan.
Bagi Atih, pendidikan bukan sekadar memperoleh gelar, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat.
Ke depan, ia berharap dapat menyelesaikan pendidikan S2 tepat waktu, memperluas bisnis yang telah dirintis, serta terus menambah keterampilan agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.
Meski telah meraih berbagai pencapaian, Atih tetap percaya bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya diukur dari nilai akademik maupun prestasi profesional.
Di akhir perbincangan, ia membagikan prinsip hidup yang selalu dipegangnya.
“Attitude depends on your attitude.”
Menurutnya, nilai memang penting, tetapi memiliki sikap yang baik, empati kepada sesama, dan integritas yang tinggi adalah bekal paling berharga dalam menjalani kehidupan.
Bagi Atih, kemampuan dapat dipelajari, pengalaman dapat dicari, tetapi karakter adalah sesuatu yang akan selalu menjadi identitas seseorang.

Karena itulah ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun kepribadian yang mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Perjalanan Ratih Pradewi menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan integritas, perempuan mampu berkarya di berbagai bidang sekaligus.
Dari Tabanan yang hijau hingga dunia infrastruktur, bisnis, modeling, dan public speaking, Atih membuktikan bahwa tidak ada batas bagi mereka yang terus mau belajar dan bertumbuh.
Source image: Atih






