Nosel.id Jakarta- Riau menjadi tempat pertama yang membentuk karakter Delva Triawanti. Tumbuh di lingkungan yang masih dekat dengan alam, dengan kehidupan bertetangga yang hangat dan nilai kebersamaan yang begitu kuat, membuatnya memahami arti saling menghargai dan hidup berdampingan sejak usia dini.
Baginya, kampung halaman bukan sekadar tempat dilahirkan, tetapi ruang belajar tentang kehidupan.
Adat istiadat yang masih dijunjung tinggi di Riau menjadi fondasi yang membentuk cara pandangnya hingga kini. Nilai-nilai tersebut terus ia bawa dalam setiap langkah, baik dalam kehidupan pribadi maupun perjalanan kariernya.
Perjalanan Delva tidak pernah dibatasi oleh satu peran. Ia dikenal sebagai seorang engineer, namun juga aktif sebagai master of ceremony (MC) dan pembicara di berbagai kesempatan. Baginya, mencoba hal-hal baru adalah cara terbaik untuk terus berkembang.
“Entah kenapa, setiap kali melakukan sesuatu aku selalu ingin mencoba hal lain.
Justru ketika dua hal terlihat bertolak belakang, aku semakin tertarik untuk menjalaninya,” ungkapnya.

Semangat itu telah tumbuh sejak bangku sekolah. Delva aktif berorganisasi dan dipercaya memegang berbagai posisi kepemimpinan, mulai dari Ketua OSIS saat SMP, Wakil Ketua OSIS saat SMA, hingga menjadi Ketua Himpunan Perempuan Teknik Perminyakan pertama di kampusnya ketika kuliah.
Berbagai pengalaman tersebut membentuk kemampuan memimpin, berbicara di depan publik, mengelola kegiatan, hingga membangun komunikasi dengan banyak orang.
Kemampuan itu kemudian berjalan beriringan dengan profesinya sebagai engineer dan membuka banyak peluang di luar bidang teknis.
Menjadi perempuan di industri energi bukan tanpa tantangan.
Dunia yang masih didominasi laki-laki membuat kesempatan bagi perempuan sering kali terasa lebih terbatas.
Namun bagi Delva, kondisi tersebut bukan alasan untuk menyerah.
Menurutnya, karakter pekerjaan di industri energi memang memiliki risiko tinggi sehingga proses seleksinya sangat ketat.
Meski demikian, ia percaya perempuan memiliki kemampuan yang sama untuk memberikan kontribusi terbaik jika diberi kesempatan.
“Tantangan itu justru memotivasi aku untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa perempuan juga mampu memberikan kontribusi yang baik,” ujarnya.
Di balik tantangan tersebut, Delva menemukan kebanggaan dalam pekerjaannya. Ia merasa apa yang dikerjakannya memiliki arti lebih besar karena ikut berkontribusi terhadap ketahanan energi Indonesia.
Setiap hari selalu menghadirkan tantangan dan pembelajaran baru yang membuatnya terus berkembang dan tidak pernah berhenti belajar.
Bagi Delva, kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, melainkan tentang bagaimana potensi yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Karena itu, doa dan harapannya pun sederhana: terus menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari, memaksimalkan setiap potensi yang dimiliki, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Di akhir perbincangan, Delva menyampaikan pesan yang sederhana namun penuh makna bagi generasi muda Indonesia.

“Kita tidak benar-benar memiliki waktu di detik berikutnya. Satu-satunya waktu yang benar-benar kita miliki adalah saat ini. Jadi, kalau ada hal baik yang bisa dilakukan, lakukan sekarang. Kalau punya mimpi, mulai usahakan sekarang.
Jangan sampai kita menumpuk terlalu banyak penyesalan hanya karena terus menunda.
Nikmati prosesnya, syukuri setiap langkahnya, dan maksimalkan semua potensi yang ada dalam diri kita.“»
Melalui perjalanan hidupnya, Delva Triawanti menunjukkan bahwa keberanian untuk terus belajar, mencoba hal baru, dan tidak takut keluar dari zona nyaman adalah kunci untuk membuka lebih banyak peluang.
Di tengah tantangan yang ada, ia membuktikan bahwa perempuan mampu berkarya, memimpin, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat maupun bangsa.
Source image: Delva Triawanti






