Tinneke Indah: Menemukan Jalan Karier dari Ketidaksengajaan, Menjalani Hidup dengan Rasa Syukur

Nosel.id Jakarta- Bagi Tinneke Indah, yang akrab disapa Keke, hidup membuktikan bahwa tidak semua hal indah datang dari rencana yang matang.

Lahir dan besar di Jakarta, ia tumbuh di tengah keluarga yang hangat dengan banyak kenangan sederhana, mulai dari liburan keluarga hingga perayaan ulang tahun yang selalu menjadi momen istimewa.

Karena kedua orang tuanya bekerja penuh waktu, masa kecil Keke lebih banyak dihabiskan bersama sang oma, ditemani ibu baptis, tetangga yang peduli, dan lingkungan yang penuh teman sebaya.

Suasana itulah yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang mudah bergaul dan menghargai kebersamaan.

Perjalanan karier Keke di dunia kecantikan justru bermula dari masa sulit. Saat pandemi Covid-19, ia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Di tengah ketidakpastian itu, seorang sahabat yang sedang belajar menjadi makeup artist mengajaknya mencoba bidang hairdo dengan bekal belajar dari tutorial YouTube.

Langkah kecil tersebut ternyata menjadi awal dari perjalanan besar.

Titik balik datang ketika ia melihat hasil karya hairdo dari seorang profesional yang membuatnya yakin untuk belajar secara serius.

Keke kemudian mengikuti kelas, membangun portofolio melalui Instagram, aktif menjalin relasi dengan para makeup artist, hingga akhirnya mulai mendapatkan klien sendiri.

Dari yang awalnya sekadar mencoba, kini profesi sebagai hair stylist justru menjadi sumber penghasilan utamanya.

Bagi Keke, pekerjaan ini memberikan banyak kebebasan sekaligus pengalaman berharga.

Jadwal kerja yang fleksibel membuatnya bisa mengatur waktu sendiri, sementara setiap klien yang ditemui menghadirkan cerita, sudut pandang, dan pelajaran hidup yang berbeda.

Hubungan yang terjalin di balik kursi rias sering kali menjadi ruang bertukar inspirasi yang tak ternilai.

Namun, profesi ini juga memiliki tantangan yang tidak sedikit. Pendapatan yang belum selalu stabil, anggapan sebagian orang bahwa pekerjaan di industri kecantikan bukanlah profesi yang “serius”, hingga jam kerja yang tidak menentu menjadi bagian dari kesehariannya.

Mobilitas tinggi, terutama ketika harus berangkat bekerja sejak dini hari, juga membuat aspek keamanan dan kesehatan menjadi perhatian tersendiri.

Ke depan, Keke berharap kehidupannya semakin seimbang. Ia ingin memiliki penghasilan yang lebih stabil tanpa harus terus bekerja berlebihan.

Di luar pekerjaan, Keke sedang menikmati berbagai aktivitas baru untuk mengembangkan diri. Belakangan ini ia mencoba pilates dan balet. Tak disangka, balet justru menjadi hobi baru yang sangat ia sukai.

Baginya, usia bukanlah penghalang untuk mempelajari sesuatu yang baru. Memulai balet di usia 33 tahun menjadi bukti bahwa proses belajar tidak mengenal batas waktu.

Dalam hal keuangan, ia ingin menjadi pribadi yang lebih disiplin mengelola penghasilan, lebih banyak bersyukur, dan membangun kondisi ekonomi keluarga yang semakin stabil.

Salah satu impian terbesarnya adalah dapat berbagi kepada sesama dan menjadi berkat bagi orang lain.

Di akhir perbincangan, Keke menitipkan pesan sederhana namun penuh makna.

Nggak semua rezeki datang dari jalan yang biasa kadang justru dari yang paling nggak direncanain, hasilnya paling berasa.

Aku belajar buat terus cari stabilitas, tapi juga sadar rezeki nggak cuma soal angka di rekening.

Jadi buat siapa pun yang lagi jalanin jalan yang berbeda dari kebanyakan orang, tetap semangat dan tetap bersyukur.

Collect memories, not things.”

 

 

Source image: Keke