Nosel.id Jakarta-Makassar bukan sekadar kota kelahiran bagi Annisa Ahmad. Ia adalah ruang tumbuh, tempat nilai, tradisi, dan karakter ditempa sejak dini.
Lahir dan besar di Kota Daeng, Annisa berasal dari keluarga keturunan Bugis yang hingga kini masih menjunjung tinggi adat dan budaya leluhur.
Di tengah modernitas kota, nilai-nilai Bugis tetap hidup dalam keseharian keluarganya tentang harga diri, kehormatan, dan cara memandang kehidupan dengan penuh tanggung jawab.
Salah satu simbol kuat budaya Bugis yang melekat dalam ingatan Annisa adalah uang panai.
Bukan semata soal nominal, tetapi tentang makna perjuangan, kesungguhan, dan komitmen dalam memperjuangkan cinta.
Di sanalah Annisa belajar bahwa hidup bukan tentang jalan pintas, melainkan tentang proses yang dijalani dengan martabat.
Makassar sendiri memiliki tempat istimewa di hatinya. Kota ini, menurut Annisa, selalu punya cerita di setiap sudutnya.

Dari keramaian kota hingga kehangatan warganya, dari aroma laut hingga kekayaan kuliner yang sulit dilupakan.
Coto Makassar, konro bakar, pallubasa, barongko, pisang epe, pisang ijo, hingga jalangkote semuanya bukan hanya makanan, tetapi bagian dari identitas dan kenangan.
“Selalu ada hal menarik di Makassar yang tidak saya temukan di kota lain,” tuturnya.
Kecintaannya pada keindahan membuat Annisa senang berbagi momen dari setiap tempat yang ia kunjungi.
Baginya, berbagi bukan tentang pamer, melainkan tentang memberi perspektif.
Ia percaya bahwa apa yang dibagikan bisa menjadi motivasi bahwa dunia tidak selalu sesuram yang sering terlihat dari sudut pandang negatif.
Ada banyak keindahan yang layak dirayakan, jika kita mau membuka mata dan hati.
Namun perjalanan Annisa tentu tidak selalu mudah. Di balik semua hal baik yang ia rasakan, ada proses panjang yang penuh tantangan.
Ia tidak menampik adanya duka, lelah, dan fase sulit yang harus dilalui. Tetapi alih-alih larut, Annisa memilih untuk tenang.
Ia belajar berdamai dengan keadaan, memahami makna di balik kesulitan, dan menjadikannya bagian dari pertumbuhan diri.
“Saya bisa merasakan keindahan dari berbagai sudut yang ada di dunia,” ungkapnya. Kalimat sederhana, namun sarat makna.
Keindahan itu bukan hanya soal tempat, tetapi tentang cara memaknai hidup.
Tentang bagaimana seseorang bertahan, belajar, dan terus melangkah meski jalan tidak selalu mudah.
Melalui cerita hidupnya, Annisa Ahmad mengingatkan kita bahwa akar budaya yang kuat, keberanian untuk berbagi hal baik.
Dan kemampuan menemukan makna dalam kesulitan adalah bekal penting untuk menjalani hidup dengan utuh.
Sebuah perjalanan yang mungkin tidak sempurna, tetapi selalu bermakna.
Source image: annisa









