Nosel.id Jakarta- Blitar menjadi tempat Veronica Feby memulai cerita hidupnya.
Kota yang sederhana namun penuh kehangatan itu membingkai masa kecil yang bahagia.
Lingkungan yang ramah, keluarga yang hangat, dan kehidupan yang mungkin tidak berlebihan, tetapi kaya akan rasa syukur.
Nilai-nilai sederhana itulah yang perlahan membentuk cara Veronica memandang hidup hingga hari ini.
Kini, Veronica menetap di Semarang, menjalani fase baru sebagai perempuan yang baru saja menuntaskan pendidikannya.
Alih-alih terburu-buru mengejar satu definisi sukses, ia memilih jalan yang selaras dengan nilai yang diyakininya.
Saat ini, Veronica fokus mengelola bisnis kecil sekaligus aktif dalam jual beli saham.
Di tengah perannya sebagai ibu rumah tangga, ia tetap memegang prinsip yang kuat: perempuan harus berpendidikan tinggi, karena pendidikan adalah aset seumur hidup yang tidak pernah kehilangan nilainya.

Menjalani peran ini memberi Veronica ruang untuk bertumbuh dengan ritmenya sendiri.
Waktu yang fleksibel menjadi salah satu hal yang paling ia syukuri, kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan menyesuaikan langkah tanpa tekanan berlebihan.
Namun, di balik kebebasan itu, ada tantangan yang harus dihadapi dengan kesadaran penuh.
Disiplin diri, konsistensi, dan kesiapan menghadapi naik-turunnya proses menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan yang ia jalani.
Bagi Veronica, semua itu bukan hambatan, melainkan bagian alami dari sebuah proses bertumbuh.
Dalam setiap langkah, doa selalu menyertai. Veronica berharap dirinya dan kita semua senantiasa diberi kesehatan, ketenangan hati, rezeki yang cukup, serta keluarga yang saling menguatkan.
Ia percaya bahwa dengan bimbingan Allah, setiap langkah, sekecil apa pun akan menemukan arahnya.

Sebagai penutup, Veronica Feby menyampaikan pesan yang sederhana namun penuh makna: hidup tidak harus sempurna untuk menjadi bermakna.
Teruslah belajar, tetaplah berbuat baik, dan jangan takut bertumbuh dengan versi diri kita masing-masing.
Source image: feby








