Nosel.id Jakarta- Ada kota yang selalu ramai dibicarakan, tapi diam-diam menyimpan rasa paling hangat di hati.
Vibes-nya adem, orang-orangnya ramah, dan kenangan kecil di dalamnya tumbuh pelan-pelan, sederhana, namun membekas sangat dalam.
Di sanalah masa kecil La Sonia Dea Fonda berakar, masa yang mungkin tak mewah, tapi penuh cinta.
Ia tumbuh di lingkungan yang mengajarkan arti kebersamaan, saling menguatkan, dan bersyukur dalam keadaan apa pun.
Dari sana pula ia belajar satu hal penting: rumah bukan sekadar tempat pulang, tapi rasa aman yang diciptakan oleh orang-orang di sekitar kita.

Kini, perjalanan hidupnya membawa Sonia ke dunia bisnis.
Sonia menjalani beberapa usaha seperti HalloSmartphone, Gestune, dan berbagai project lainnya.
Semua itu berawal dari mimpi yang sangat sederhana: ingin mandiri, tidak bergantung pada siapa pun, dan membuktikan pada diri sendiri bahwa ia mampu membangun sesuatu dari nol.
Inspirasi terbesarnya justru datang dari kegagalan, rasa lelah, dan dukungan suami yang selalu hadir di saat terberat.
Dari sana Sonia belajar bahwa mimpi tidak akan pernah berjalan sendiri, harus dijalani, meski terseok.
Karena jika bukan kita yang memperjuangkan mimpi sendiri, lalu siapa lagi?
Perjalanan ini tentu tidak selalu manis. Ada banyak suka dan duka yang menyertainya. Sukanya, ia bisa memberi manfaat dan membantu orang lain.
Dukanya, rasa capek yang menumpuk, overthinking di tengah malam, bahkan menangis diam-diam pernah jadi bagian dari proses.
Namun semua itu terasa layak, karena setiap lelah mengajarkan arti bertahan.
Sonia juga tidak memaksakan diri untuk selalu terlihat kuat.
Ia jujur pada dirinya sendiri, bahwa tidak setiap hari harus “on fire”.
Baginya, konsistensi jauh lebih penting daripada sekadar mood. Ide-idenya pun lahir dari hal-hal paling sederhana: keseharian, obrolan random, pengalaman pribadi.
Karena justru yang real dan jujur sering kali paling mudah diterima dan paling relate.
Soal waktu dan peran hidup, ia belajar untuk memilih prioritas.
Tidak harus sempurna, tidak perlu memaksakan diri. Capek boleh, istirahat perlu. Tapi berhenti, bukan pilihan.
Dalam setiap langkahnya, doa selalu jadi pegangan: Semoga keluarga selalu sehat dan bahagia.
Semoga usaha yang dijalani terus diberkahi.
Semoga bisa terus berbagi manfaat bagi banyak orang, juga semoga mental serta hati tetap kuat, meski dunia tak selalu ramah.
Ia percaya, selama doa tidak pernah putus, Allah akan selalu memudahkan jalan hamba-Nya.
Pesan yang ingin ia titipkan sederhana, tapi dalam:

Jangan menunggu “siap” untuk mulai, karena siap itu datang di tengah jalan.
Jangan membandingkan prosesmu dengan orang lain.
Pelan-pelan tidak apa-apa, asal jangan berhenti.Kamu tidak telat, kamu hanya sedang berjalan di versi waktumu sendiri.
Source image: La Sonia Dea Fonda








