Nosel.id Jakarta- S Nadhila lahir dan besar di Jakarta Selatan, lalu pindah ke Bogor dan kembali lagi ke ibukota untuk berkarir.
Berkarir disini sebuah lingkungan yang membentuknya untuk memahami arti pendidikan, kedisiplinan, dan kejujuran.
Sebagai anak bungsu dari dua bersaudara, ia dibesarkan dalam keluarga yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama kehidupan.
Sosok almarhum Ayahnya menjadi inspirasi besar dalam hidupnya,seorang figur yang menanamkan kecintaan pada ilmu dan semangat belajar tanpa henti.
Hingga akhirnya mendorong Nadhila untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, mengikuti jejak yang penuh makna.
Selain nilai akademik, ia juga dibesarkan dengan keseimbangan yang sehat: disiplin yang kuat, kejujuran sebagai prinsip hidup, serta kebebasan untuk berekspresi dan menentukan arah hidupnya sendiri.
Kombinasi inilah yang perlahan membentuk cara Nadhila berpikir, mengambil keputusan, dan melangkah dengan penuh kesadaran hingga hari ini.
Dalam perjalanan karier, Nadhila menghabiskan bertahun-tahun bekerja sebagai pegawai swasta di bidang marketing.
Dunia profesional mengajarkannya tentang tanggung jawab, target, dan dinamika kerja yang cepat.
Namun hidup, seperti yang ia yakini, selalu memiliki rencana di luar kendali manusia.
Masa pandemi COVID-19 menjadi titik balik terbesar dalam hidupnya, saat perusahaan tempatnya bekerja harus tutup, dan ia berada pada fase terberat yang pernah ia alami.
Kehilangan pekerjaan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal identitas dan kepercayaan diri.

Nadhila sempat jatuh, merasa rapuh, dan mempertanyakan banyak hal.
Namun justru dari titik terendah itulah ia belajar arti bangkit yang sesungguhnya:
Menerima proses, memberi ruang pada diri sendiri untuk lelah, lalu perlahan membangun ulang harapan.
Olahraga menjadi salah satu cara ia bertahan bukan sekadar untuk menjaga fisik, tetapi sebagai bentuk healing dan terapi mental.
Gerak menjadi bahasa baru untuk berdamai dengan diri sendiri.
Kini, Nadhila tengah membuka babak baru dalam hidupnya.
Ia mencoba peluang kerja secara remote, sebuah pilihan yang memberinya fleksibilitas untuk terus berkembang dan mengambil kesempatan-kesempatan baru.
Baginya, kemajuan tidak selalu harus tergesa-gesa; yang terpenting adalah tetap bergerak, sekecil apa pun langkahnya.
Di luar kesibukan dan perjalanan hidupnya, ada satu hal yang menjadi sumber kebahagiaan sederhana namun mendalam: kecintaannya pada hewan.
Saat ini, Nadhila merawat 11 kucing dan 1 anjing, bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan pelengkap hidup.
Dari mereka, ia belajar tentang kesabaran, ketulusan, dan cara menikmati momen-momen kecil yang sering terlewat.
Merawat mereka menjadi caranya melepas penat, menenangkan hati, dan mengingatkan bahwa kebahagiaan sering kali hadir dalam bentuk paling sederhana.
Harapan Nadhila hari ini terdengar sederhana, namun sarat makna: menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Menemukan kedamaian yang utuh, kemapanan dalam hidup, serta kesehatan bagi dirinya dan keluarga.
Ia percaya, ketika fisik dan mental terjaga dengan baik, hal-hal baik lainnya akan mengikuti dengan sendirinya.

Seperti pesan hidup yang ia pegang erat:
“Seberat apa pun malam yang sedang kamu lewati hari ini, percayalah bahwa pagi akan tetap datang.
Hidup selalu memberi ruang bagi kita untuk bernapas kembali, bangkit, dan melanjutkan langkah.”
Bagi Nadhila, masa depan bukan milik mereka yang tak pernah jatuh, melainkan milik mereka yang memilih untuk bangkit setiap kali kehidupan menguji keteguhan hati.
Source image: nadhila








