Nosel.id Jakarta- Lahir di Manado, Alice Jessica menghabiskan masa kecil hingga tumbuh besar di Kota Semarang.
Kota yang selalu ia kenang dengan penuh cinta. “I love Semarang City,” ujarnya.
Baginya, Semarang bukan hanya tempat tinggal, tetapi rumah yang membentuk karakter dengan orang-orangnya yang hangat, ramah, dan membumi.
Perjalanan hidup Alice membawanya ke dunia profesional yang menantang. Saat ini, ia berkarier sebagai Investment Banker di salah satu perusahaan sekuritas.
Sebuah bidang yang identik dengan tekanan tinggi, angka, strategi, dan keputusan besar.
Namun di balik itu, Alice menemukan satu hal yang membuat pekerjaannya tetap menyenangkan: lingkungan kerja yang suportif.
“Punya leader yang tepat dan beberapa teman kantor yang bikin nggak stres itu blessing,” katanya.
Dukungan juga datang dari rumah. Alice bersyukur memiliki pasangan yang 100% mendukung kariernya, sekaligus siap berbagi peran dalam mengurus keluarga.

Bagi Alice, keseimbangan antara karier dan keluarga bukan kompromi, melainkan kerja sama.
Tantangan tentu tetap ada. Alice tidak menyebutnya sebagai duka, tetapi lebih kepada proses pendewasaan diri.
Datang dari latar belakang non-finance, ia harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan.
Dunia investment banking menuntut pemahaman finansial yang kuat, sementara banyak generasi fresh graduate datang dengan bekal akademik yang lebih relevan dan kemampuan teknis yang mumpuni.
“Banyak yang lebih pintar dan memang lulusan finance,” ujarnya jujur.
Namun justru di situlah Alice memilih untuk terus belajar, meng-upgrade skill, dan tidak berhenti bertumbuh.
Baginya, pengalaman hidup, ketekunan, dan kemauan belajar adalah nilai tambah yang tak bisa diremehkan.
Soal bertahan dan tetap waras di tengah tuntutan pekerjaan, Alice punya satu kunci sederhana namun krusial: manajemen waktu.
Ia percaya setiap peran dalam hidup punya porsinya masing-masing.
Ada waktu untuk bekerja maksimal, ada waktu untuk keluarga, ada waktu untuk liburan, dan ada waktu untuk menjaga kesehatan lewat olahraga.
“Pinter-pinter bagi waktu aja,” katanya lugas.
Ke depan, Alice memiliki doa dan harapan yang sederhana namun bermakna.
Ia ingin menjadi berkat bagi keluarga, kantor, dan orang-orang di sekitarnya.
Ia berharap kesehatan selalu menyertai dirinya dan keluarga, karier yang terus membaik, bisnis yang sedang dijalani berjalan lancar, serta terwujudnya bisnis baru sesuai mimpi yang ia simpan.
Di atas segalanya, Alice percaya bahwa rezeki dan kehidupan yang damai adalah bentuk kecukupan yang datang dari Tuhan.
Sebagai penutup, Alice membagikan prinsip hidup yang selalu ia pegang:

“Life is not always easy. Do your best, release human expectations, and let God take over and make everything complete.”
Sebuah pengingat bahwa usaha manusia perlu berjalan seiring dengan keikhlasan, dan bahwa tidak semua hal harus kita kendalikan sendiri.
Kadang, yang paling dibutuhkan adalah percaya pada proses, pada waktu, dan pada rencana Tuhan
Source image: Alice Jessica








