Namaku DePe. Aku berasal dari sebuah kota kecil yang tenang di Jawa Barat, tempat sederhana yang mengajarkan kelembutan pada langkah-langkah awal hidupku.
Kini aku tinggal di Pontianak, kota baru, cerita baru namun jiwaku tumbuh dari perjalanan panjang yang tidak pernah benar-benar sunyi.
Ada banyak yang tak pernah kuceritakan: pengalaman yang membentuk cara pandangku, luka yang diam-diam mengasah kepekaanku.
Dan keheningan yang mengajariku membaca dunia bukan lewat kata-kata, melainkan lewat rasa. Dari ruang batin itulah seluruh energiku berakar.
Aku bekerja sebagai ASN, sebuah profesi yang stabil dan terarah. Tapi hidupku tidak berhenti di sana.
Ada sisi lain diriku yang terus hidup yang menulis, merekam, mencipta, dan menghidupkan kembali cerita-cerita yang dulu tenggelam di dalam diriku.
Konten yang ku buat bukan sekadar rencana; ia adalah panggilan.

Aku hanya mengikuti alurnya satu pintu terbuka, kemudian pintu berikutnya menyusul.
Dalam proses itu, aku mengembangkan diri melalui metode self development GSR dari Rusia, sambil membangun berbagai bisnis kecil online yang menjadi wadah ekspresi dan pertumbuhanku.
Suka dukanya? Banyak tapi semuanya indah.
Ada hari ketika aku harus menelanjangi jiwaku sendiri agar kata-kata tetap jujur. Ada saat ketika ide mengalir begitu saja, seakan semesta sedang membisikkan sesuatu.
Ada momen ketika aku merasa lelah namun tetap bergerak, karena aku percaya dunia batin manusia itu luas dan dalam sekali.
Setiap kali aku menyentuhnya, selalu ada hal baru untuk dipahami, dari sisi gelapku, dari sisi terangku, dan dari keheningan yang menyatukan keduanya.
Harapanku sederhana: hidup yang selaras.
Bukan sekadar sukses, tapi tenang.
Bukan sekadar kuat, tapi berakar.
Aku ingin terus tumbuh, terus belajar, dan terus menyatu dengan diriku yang paling jujur.
Untuk siapa pun yang membaca ini
mungkin kamu sedang mencari sesuatu.
Mungkin kamu tidak tahu apa, tidak tahu ke mana harus melangkah.
Tapi percayalah, setiap orang memiliki momen kebangkitan kesadaran dalam hidupnya.
Sebuah momen ketika hati tiba-tiba bergetar tanpa alasan, dan kita seperti tahu arah yang harus diikuti.

Jika kamu sekarang sedang berada di ambang itu,
beranilah melangkah.
Kadang jawaban muncul setelah kita berani bergerak, bukan sebelum.
“Kita tidak perlu mengerti segalanya. Ada perjalanan yang cukup dijalani, dan sisanya akan terjawab saat kita berubah.”
Itulah perjalananku dan mungkin sebagian dari perjalananmu juga.
Semoga kisah ini menjadi pengingat bahwa setiap jiwa selalu punya kesempatan untuk pulang pada dirinya sendiri.
Source image: DePe








