Nosel.id Jakarta- Lahir di Pelabuhanratu, Sukabumi, kota pesisir dengan debur ombak yang selalu menghadirkan ketenangan Neli Sestriani tumbuh dalam keluarga pedagang berdarah Minang, ayah dari Pandai Sikek dan ibu dari Bukittinggi.
Lingkungan keluarga yang disiplin dan pekerja keras membentuk karakter Neli: tangguh, mandiri, dan selalu berani mengambil langkah baru.
Sejak memilih pendidikan di Universitas Negeri Jakarta, Jurusan Pendidikan Tata Boga, Neli sudah tahu bahwa dunia kuliner adalah ruang di mana ia ingin bercerita dan berkarya.
Bakatnya membawanya masuk ke dunia profesional sebagai Chef di salah satu stasiun TV swasta, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa kerja keras dan passion tak pernah mengkhianati hasil.
Namun hidup selalu bergerak. Dan bagi Neli, setiap akhir ternyata adalah pintu awal yang lebih besar.
Kini, ia fokus membangun bisnis sebagai pedagang online (e-commerce) maupun offline.
Sebuah dunia yang kembali mengingatkannya pada akar keluarga, bahwa berdagang adalah darah yang mengalir dalam dirinya.

Tidak hanya itu, Neli juga sedang merintis sebuah startup, sebuah langkah berani yang membutuhkan visi, kesabaran, dan kemampuan mengambil risiko.
Proyek itu belum rampung, investor masih dicari, tapi tekadnya jelas: perjalanan besar memang tidak pernah dibangun dalam semalam.
Meski tak lagi berkarya penuh waktu sebagai Chef, Neli tidak pernah meninggalkan dunia kuliner sepenuhnya.
Ia tetap aktif sebagai Chef & Food Stylist freelance untuk kebutuhan iklan TV, berkreasi di balik layar, menghidupkan visual makanan yang menggugah selera, dan memberi warna pada industri kreatif kuliner.
Bagi Neli, hidup adalah tentang bergerak. Tentang berani melepaskan sesuatu agar hal-hal yang lebih baik bisa dimulai.
Tentang memahami bahwa kita bertanggung jawab 100% atas arah hidup kita, sehingga suara-suara negatif tak seharusnya memegang kendali.
Ia percaya bahwa setiap orang memiliki waktunya sendiri. Bahwa kesempatan lahir dari keberanian mengambil risiko.
Dan bahwa hal-hal baik membutuhkan waktu, sehingga kita harus tetap melangkah pelan, tapi pasti.
Yang paling ia pegang teguh adalah prinsip memanusiakan manusia.
“Perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan,” katanya.
Karena kita tidak pernah tahu nasib seseorang kelak: tiga, lima, atau sepuluh tahun lagi bisa jadi dialah orang yang paling mampu mengubah hidup kita.
Di tengah kesibukan, Neli tetap tahu bagaimana mengisi hatinya.
Ia menyukai pantai tempat ia dibesarkan dan sering menghabiskan waktu di sana bersama tim atau asistennya.

Ombak Pelabuhanratu selalu menjadi tempat pulang, tempat meredakan penat, dan memberi ruang untuk berpikir. Selain itu, ia juga gemar berenang, aktivitas yang membuatnya merasa bebas dan penuh energi.
Perjalanan Neli Sestriani adalah bukti bahwa mimpi, keberanian, dan ketekunan bisa membawa seseorang melampaui batas-batas yang pernah ia bayangkan.
Dan bahwa setiap langkah kecil, jika diambil dengan hati yang tulus, bisa mengantar seseorang menuju kehidupan yang lebih bermakna.
Source image: Neli








