Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Denpasar, Bali membuat Dian Megawati Agnes Putri Saragi tumbuh dalam lingkungan yang hidup, dinamis, dan penuh warna.
Sejak kecil, ia menikmati kehidupan khas pulau pariwisata yang ramai, penuh kunjungan budaya, dan ritme hidup yang energik.
Di balik hiruk pikuk Bali, keluarganya memberi ruang kebebasan yang membentuk kepribadiannya hari ini.
Keluarga yang tidak strict, tidak membatasi langkah, dan selalu mendukung selama yang ia lakukan positif dan membangun.
Lingkungan inilah yang membuat Dian tumbuh menjadi pribadi yang aktif, mandiri, dan mudah beradaptasi.
Memasuki dunia kerja, Dian memilih profesi yang sejak SMP sudah ia impikan: bekerja di industri pariwisata.
Waktu kecil, ia pernah bertanya kepada ibunya ketika melihat seseorang jalan-jalan di acara TV:
“Pekerjaan itu apa namanya?” dan sang ibu menjawab, “Itu guide.” Sejak saat itu ia menanam afirmasi dalam hatinya.
Suatu hari nanti, ia ingin bekerja di dunia itu, dunia yang membuat orang bisa mengeksplor, belajar, dan menemukan hal baru setiap hari.

Kini, Dian bekerja di travel dan semakin mencintai dunianya.
Setiap destinasi yang ia pelajari, setiap itinerary yang ia siapkan, dan setiap tamu yang ia bantu adalah bagian dari proses yang memperkaya pengetahuan sekaligus pengalamannya.
Tak heran feed media sosialnya dipenuhi momen di luar ruangan bukan semata gaya hidup, tetapi bagian dari profesionalisme dan kecintaannya pada perjalanan.
Selain bekerja, Dian juga menjaga keseimbangan hidup melalui olahraga. Gym sudah menjadi rutinitas lebih dari setahun terakhir.
Sementara lari awalnya hanya ikut-ikutan FOMO namun justru berkembang jadi hobi yang membuatnya merasa lebih bugar dan punya relasi baru.
Bagi Dian, tubuh yang sehat adalah kunci pikiran yang lebih tenang.
Dalam pekerjaannya, banyak hal yang ia syukuri, terutama karena ia tipe yang nggak bisa diem dan selalu senang mencoba hal baru.
Namun tentu ada tantangan: tamu yang mendadak cancel karena sakit, perubahan booking, bahkan situasi bencana alam yang memaksa tim bekerja cepat mencari solusi.
Meski begitu, ia selalu belajar bahwa bekerja di pariwisata adalah tentang ketanggapan, empati, dan kemampuan menghadapi hal tak terduga dengan kepala dingin.
Dari pengalamannya, Dian punya satu tips sederhana untuk menikmati hidup.
Kurangi overthinking dan rutin bergerak—tidak harus gym, cukup jalan santai 15–30 menit. Ketika tubuh sehat, hati dan pikiran ikut damai.
Jangan lupa upgrade diri, fokus pada pertumbuhan, dan beri cinta untuk diri sendiri.
Self love bukan egois, itu fondasi supaya kita bisa memberi energi positif kepada dunia.
Ke depan, Dian menggantungkan harapan yang tulus: agar keluarganya semakin damai, kariernya dimudahkan, dikelilingi lingkungan yang suportif, rezeki yang melimpah, serta kesempatan berbagi untuk sesama.
Ia juga berharap tetap sehat, tetap ceria, dan suatu hari juga menemukan cinta yang tulus dari arah mana pun.

Dan pesan terakhirnya, sederhana namun penuh makna:
“Jangan takut berubah dan mencoba hal baru.
Hidup ini penuh peluang, dan setiap langkah memberi kita pelajaran berharga.”
Sebuah pesan dari seorang perempuan Bali yang percaya bahwa energi positif selalu menemukan jalannya.
Source image: dian








