Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Kota Pahlawan, Surabaya, Yuris Sabriena tumbuh dalam lingkungan kampung yang penuh keberagaman ras dan suku.
Namun, di balik dinamika itu, Yuris mengakui bahwa ia tidak memiliki banyak kenangan indah dari masa kecilnya.
Bukan karena lingkungan yang buruk, tetapi karena pengalaman pribadi yang mendalam: kedua orang tuanya bercerai ketika ia dan adiknya masih sangat kecil.
Stigma anak broken home pun melekat kuat pada dirinya dan adiknya.
Tidak sedikit tetangga yang memandang mereka sebelah mata, seolah masa depan mereka telah ditentukan oleh situasi keluarga.
Alih-alih membuatnya runtuh, pengalaman pahit itu justru menyalakan bara tekad dalam diri Yuris.
Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia harus berhasil, sukses, dan mampu membawa nama baik ayahnya.
Dari lingkungan yang minim dukungan itulah, Yuris belajar untuk membuktikan bahwa latar belakang tidak pernah menentukan masa depan seseorang.

Karier Yuris sebagai trainer bukanlah sesuatu yang ia rencanakan.
Awalnya, pada tahun 2021, ia hanya ingin mengisi waktu sambil “recall memory”, menghidupkan kembali kecintaannya pada dunia komunikasi yang dulu sempat ia jalani sebagai penyiar radio pada 2013–2015.
Ia mengikuti kelas offline MC dan Public Speaking hanya untuk belajar lagi, bukan untuk membangun karier baru.
Namun hidup sering memberikan kejutan manis pada orang yang mau bergerak.
Dari kelas sederhana itu, Yuris mulai mendapat banyak tawaran pekerjaan sebagai MC, narasumber public speaking, hingga personal branding.
Kelas itu menjadi titik balik, membuka pintu baru yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
Bersamaan dengan itu, ia kembali “dipinang” oleh program director dari radio tempatnya dulu bekerja mengajak Yuris kembali bersiaran setelah vakum selama tujuh tahun.
Dunia penyiaran yang pernah membentuknya kini menjadi panggung baru untuk bertumbuh.
Melihat peluang dan panggilan hati yang semakin kuat, Yuris kemudian mengambil berbagai sertifikasi dari BNSP RI yang relevan dengan bidang komunikasi dan pelatihan, termasuk sertifikasi resmi sebagai trainer.
Langkah ini membuktikan komitmennya untuk tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga memberikan ilmu berkualitas dengan standar profesional.
Dengan latar belakang pendidikan sebagai lulusan S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Yuris semakin mantap menggabungkan fondasi ilmunya dengan keterampilan komunikasi yang ia bangun selama bertahun-tahun.
Jika ditanya soal duka dalam profesinya, Yuris tersenyum dan menggeleng. Baginya, hampir tidak ada duka.
Yang ada justru rasa syukur karena ia dikelilingi banyak orang baik dalam proses belajar mengajar, terutama teman-teman yang juga bergelut di bidang komunikasi.
Yuris menikmati proses bertumbuh bersama:
teman baru, networking baru, wawasan baru, semuanya memperkaya perjalanannya.
“Yang paling aku suka adalah ketika aku tumbuh tidak sendirian,” ungkap Yuris.
Aku tumbuh bersama orang-orang yang haus ilmu, mau belajar, dan saling berbagi.”
Di titik ini, Yuris menjadi bukan hanya trainer, tetapi juga knowledge connector, seseorang yang menjembatani ilmu dengan pengalaman nyata.
Harapan Yuris ke depan terdengar sederhana namun penuh kekuatan:
terus berkarya, berdaya, dan berdampak.
Ia ingin terus menciptakan karya yang memberi manfaat positif bagi banyak orang, karena ia percaya bahwa manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
Di tengah perjuangannya, ia berdoa agar dirinya dan keluarga kecilnya selalu diberi kesehatan, kecukupan, kelancaran, serta kemampuan untuk terus melangkah.
Karena baginya, rezeki bukan hanya soal materi, tetapi juga kesempatan untuk menjadi versi terbaik diri sendiri.
Di akhir kisahnya, Yuris memberikan pesan yang begitu dalam, terutama untuk perempuan yang sedang berjuang membangun dirinya:
“Menjadi wanita yang berdaya dan berkarya adalah salah satu bentuk mencintai diri sendiri, agar bisa memberi dampak dan manfaat untuk banyak orang, terutama untuk pasangan dan keluarga.”
Ia juga menutupnya dengan kalimat yang terasa seperti pelukan bagi siapa pun yang sedang merasa takut atau tidak cukup kuat:

“Hadirlah sebagai dirimu sendiri. Melangkah perlahan pun tak apa; rawatlah hatimu seperti kamu merawat sesama
Dan teruslah mencoba meski takut, sebab hanya kamu yang tahu sunyi perjalanan yang membentukmu hingga hari ini.”
Perjalanan Yuris Sabrina adalah bukti bahwa luka masa kecil tidak harus menjadi akhir cerita.
Dari stigma yang melekat, ia tumbuh menjadi perempuan kuat yang memilih jalan berdaya.
Dari kampung yang tak memberinya banyak memori indah, ia membangun masa depan yang penuh cahaya.
Ia bukan sekadar penyiar atau trainer. Yuris adalah suara yang mengingatkan kita bahwa setiap perempuan berhak bersinar sesuai ritme dan jalannya sendiri.
Source image: yuris








