Nosel.id Jakarta- Fajaria Putri lahir dan tumbuh di Palembang, sebuah kota yang kaya kuliner, budaya, dan sejarah.
Di balik keceriaan keluarganya yang hangat dan penuh dukungan, perjalanan hidup Putri ternyata ditempa oleh ujian besar sejak kecil.
Papanya sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal saat ia masih SMP. Sejak itu, sang mama menjadi single parent yang berjuang menghidupi tiga anak seorang diri.
Namun justru dari masa-masa itulah karakter Putri terbentuk. Ia dan saudara-saudaranya sejak kecil terbiasa membantu berdagang.
Kebiasaan itulah yang perlahan menanamkan mental bisnis, keberanian mengambil peluang, dan rasa percaya diri untuk tidak bergantung pada keadaan.
Kini, Putri adalah seorang trader sekaligus entrepreneur yang bergerak di beberapa bidang mulai dari butik, penyewaan kendaraan, penyewaan lahan, hingga mengembangkan sebuah startup.
Aktivitasnya padat, tapi ia tetap menjaga keseimbangan hidup dengan menjalani hobi yang membuatnya bersemangat: padel sport.
Awal ketertarikannya sederhana melihat teman-teman bermain padel dan penasaran ingin mencoba.
Namun setelah terjun, Putri justru menemukan komunitas baru dengan energi positif yang membuatnya semakin jatuh cinta pada olahraga ini.

Baginya, padel adalah ruang untuk bergerak, sehat, sekaligus memperluas koneksi dengan orang-orang baik dan inspiratif.
Tentu ada suka dukanya. Yang paling ia syukuri adalah tubuh yang lebih aktif, motorik yang terlatih, dan lingkaran pertemanan yang bertambah.
Namun cedera tetap menjadi risiko yang paling tidak menyenangkan tapi bagi Putri, itu adalah bagian dari proses bertumbuh.
Di setiap langkah hidupnya, Putri mengiringi usahanya dengan doa dan harapan sederhana namun kuat:
Semoga semua hal baik menyelimuti hidup keluarga, karier, ekonomi, kesehatan, dan hubungan sesama manusia.
Menjadi pribadi yang beruntung, bermanfaat, dan mampu membantu banyak orang.

Untuk para pembaca Indonesia yang mengenal profilnya hari ini, Putri menitipkan pesan penuh makna:
“Takdir itu given, tapi jangan pernah mengecilkan ruang kita bertumbuh.
Justru dalam keterbatasan itulah kita belajar membangun versi terbaik dari diri sendiri.
Setiap limitasi bukan penghalang akhir, melainkan petunjuk bahwa kita mampu melewatinya.”
Narasinya mengalir, tulus, dan sejatinya menggambarkan perjalanan seorang perempuan yang tak pernah berhenti melangkah
Membangun hidupnya setahap demi setahap, sambil menjadi cahaya untuk orang lain.
Source image: putri








