Nosel.id Jakarta- Tidak banyak orang yang berani bertahan pada mimpinya ketika hidup menuntut perubahan sejak usia belia.
Namun, bagi Desy Ratnasari, perempuan asal Indramayu, perjalanan hidup justru dimulai sejak ia harus berpisah dari kenyamanan keluarga pada umur 12 tahun.
Merantau ke Jakarta dan kemudian mendapat beasiswa kuliah di Bandung, Desy tumbuh dalam lingkungan yang mendukung setiap langkah dan ambisi besarnya.
Lahir dari keluarga yang dekat dengan dunia seni, tak ada yang menyangka bahwa Desy justru jatuh cinta pada dunia olahraga, tepatnya tenis.
Ia mengenal olahraga ini pada usia 8–9 tahun, usia yang dianggap “terlambat” bagi calon atlet profesional.
Namun, keterlambatan itu tidak menghalangi tekadnya.

Apa yang dimulai sebagai hobi, perlahan berubah menjadi komitmen jangka panjang.
Desy mengikuti berbagai kompetisi, memperdalam teknik, mempelajari sport science, hingga akhirnya dipercaya bergabung dengan salah satu Tennis Academy di Bandung.
Di balik kesibukan lapangannya, ia tetap konsisten melanjutkan pendidikan hingga jenjang S3, sebuah bukti bahwa belajar tak pernah mengenal garis akhir.
Tidak berhenti di tenis, Desy juga merambah olahraga Pickleball dan kini menjadi atlet Pickleball Indonesia.
Prestasinya mengantarkan kepercayaan sponsor dari Sypik Pickleball, dan ia sekaligus menjadi Co-founder Ace Academy Pickleball, tempat ia membina generasi baru atlet muda.
Bagi Desy, kesibukan bukan halangan, tetapi seni yang harus dikelola dengan bijak. Kuncinya sederhana namun kuat: yaitu menentukan prioritas, disiplin dengan jadwal, lalu stirahat cukup agar tetap produktif
Dan terakhir adalah dukungan keluarga dan tim yang luar biasa.
Dengan prinsip itu, ia berhasil menyeimbangkan dunia akademik, pekerjaan sebagai pelatih, aktivitas sebagai atlet, hingga peran sosialnya.
Di lapangan, Desy menemukan energi positif dari anak-anak yang ia latih dan dari orang-orang hebat yang ia temui.
Ia belajar banyak hal baru setiap hari, dan itu membuat pekerjaannya terasa seperti perjalanan penuh makna.
Namun, di balik itu semua, ada duka yang tidak banyak diketahui orang: jadwal padat, tekanan kompetisi, ekspektasi banyak pihak, hingga perjuangan menjaga keseimbangan waktu pribadi.
Meski begitu, semua beban itu luluh oleh satu hal, cinta yang besar terhadap pekerjaannya serta dukungan dari orang-orang terdekat.
Desy memandang masa depan dengan mata yang penuh keyakinan. Ia ingin terus menjadi pribadi yang lebih baik dalam segala aspek.
Yakni karier yang semakin memberi kontribusi bagi dunia tenis dan Pickleball Indonesia, juga ekonomi yang stabil dan penuh keberkahan.
Kemudian kesehatan yang kuat untuk beraktivitas, bidang sosial adalah harapan untuk selalu bermanfaat bagi sekitar
Baginya, doa terbesar adalah agar setiap langkah membawa kebaikan bagi banyak orang.
Desy menitipkan pesan sederhana namun mendalam:

“Jangan pernah meremehkan langkah kecil. Konsistensi yang kamu lakukan hari ini bisa jadi pintu besar untuk masa depanmu.”
“Kerja keras itu penting, tapi kerja dari hati akan membawa kamu lebih jauh.”
Ia percaya bahwa setiap orang punya kesempatan yang sama untuk berkembang selama mau melangkah, belajar, dan tidak menyerah.
Source image: desy








