Nosel.id Jakarta- Udara sejuk pagi hari di Kendari, Sulawesi Tenggara, yang terkadang berembun dan dingin, menjadi saksi langkah-langkah penuh semangat Syeni Wahyu Ningsih.
Perempuan 34 tahun ini, seorang single mom dengan empat anak laki-laki, telah memilih kampung halamannya sebagai tempat membangun kembali hidupnya setelah merantau dan menikah di Jakarta.
“Saya sudah kembali ke Kota Kendari di bulan Januari 2024 kemarin,” ujarnya.
Kini, ia tinggal di rumah orang tuanya. Kenyataan hidupnya memiliki sisi getir:
“Saya belum beruntung seperti ibu lain, saya tidak bisa tinggal dengan anak saya.”
Anak-anaknya yang sudah besar dan sehat tinggal bersama neneknya dan ayah mereka di Jakarta.
Sebagai anak kedua dari empat bersaudara yang sudah berkeluarga, Syeni menjalani hari-harinya di Kendari bersama orang tua, merindukan kebersamaan dengan buah hatinya yang berjauhan.

Di balik rindu itu, tersimpan tekad kuat untuk terus bergerak maju.
Di tengah upaya menemukan keseimbangan baru, Syeni menemukan sebuah pelarian dan sumber kebahagiaan tak terduga: lari.
Awalnya, ia hanya merasa fomo atau fear of missing out melihat antusiasme warga Kendari terhadap olahraga ini, setelah sebelumnya menyukai Poundfit.
Tanpa pikir panjang atau latihan khusus, ia nekat mendaftar event lari gratis pertamanya. Hasilnya mengejutkan.
“Ternyata saya mendapat rasa bahagia disaat lari. Lupa kalau punya rasa cemas, stres, overthinking,” kenangnya.
Lari menjadi terapi alami, melepas hormon dopamin yang mengusir beban pikiran. Saat itu, ia masih awam tentang pace, HR (Heart Rate), dan bahkan belum memiliki perlengkapan lari yang memadai, hanya “memakai outfit seadanya”.
Namun, kebahagiaan yang ditemukannya di setiap langkah kaki menjadi katalisator perubahan.
Ia pun berinvestasi pada dirinya sendiri: membeli sepatu lari khusus dan outfit running.
Tak hanya itu, ia mulai rutin berlatih di sekitar rumah dan berani mendaftar event berbayar.
Perjalanan lari Syeni bukan lagi sekadar aktivitas solo.
Dari seringnya ikut event, ia banyak kenal teman baru sesama pecinta lari. Ini membawanya bergabung dengan Komunitas Riot Kendari Chapter Kendari.
“Alhamdulillah saya di terima dengan baik,” ungkapnya dengan rasa syukur.
Berlari di tengah teman-teman yang kebanyakan atlet podium memberinya semangat dan ilmu baru.
Ia mulai belajar tentang strength training, long run, dan ikut fun run. Targetnya pun naik: dari 5K dan 10K, ia bercita-cita mengikuti Half Marathon tahun depan.
Namun, Syeni punya strategi unik untuk meraih podium.
Menyadari mungkin belum bisa menang dengan kecepatan, ia memilih jalur kreatif: “Saya jadi pengen naik Podium, karena Kostum Terunik.”
Kostum running yang unik dan eye-catching menjadi ciri khas dan senjatanya.
Ini juga menjadi wadah menyalurkan passion lainnya: makeup, art, dan fashion, yang ingin terus dikembangkannya di dunia lari.
Tentu, jalan yang ditempuh Syeni tak selalu mulus.
Suka duka menghadang. Keterbatasan dana seringkali menjadi penghalang untuk mengikuti lebih banyak event lari. Sebagai seorang ibu, prioritas utama tetaplah anak-anaknya.
“Setidaknya 1 event running per bulan,” ucapnya, menunjukkan komitmen dan pengelolaan prioritas yang bijak.
Event yang paling berkesan baginya adalah Makassar Half Marathon. Perjuangan untuk bisa sampai ke sana, baik fisik maupun finansial, terbayar lunas dengan euforia yang dirasakannya.
“Gak berasa capek lari disana, cheering nya mantap sekali. Happy banget deh pokoknya!” kenangnya bersemangat.
Harapan Syeni untuk masa depan bersinar terang, berpusat pada dua hal utama: keluarga dan passion.
Di puncak harapannya adalah bisa berkumpul dan tinggal bersama anak-anaknya lagi, menjadi ibu yang baik untuk mereka.
Ia juga berdoa untuk kesehatan, kelancaran job makeup, dan kemudahan rezeki agar bisa terus konsisten berlari, latihan, serta mengikuti event tiap bulan.
Tak lupa, harapan untuk terus memenangkan Best Costume di event Poundfit maupun lari, dan mengembangkan passion makeup, art, dan fashionnya dalam kostum lari yang unik.
“Aamiin,” tutupnya penuh keyakinan.
Pesan Syeni untuk para wanita, terutama sesama pejuang kehidupan, terasa sangat dalam dan menguatkan:

“Kalian gak sendirian. Dunia emang gak berjalan sesuai keinginan kita, tapi Allah sudah punya cerita masing-masing untuk kita.
Kalau kamu gak bisa naik podium dengan KECEPATAN,seenggaknya kamu bisa naik podium dengan Kostum Terunik mu.
Jangan malu untuk mencoba hal-hal baru, karena akan ada sesuatu yang indah yang belum pernah kamu tahu di balik semuanya itu.
Semangat terus berlatih, semangat terus menghadapi keras nya kehidupan. Ada hal indah menanti di depan sana, percaya saja dengan takdir baik Allah.”
Source image: syeni








