Nosel.id Jakarta-Udara pedesaan yang tenang dan nilai-nilai keluarga yang kuat menjadi latar belakang tumbuh kembang Putri Anggitasari di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Solo ini menyimpan kenangan masa kecilnya yang sederhana, namun sarat makna.
“Aku lahir di keluarga sederhana,” akunya, tetapi dengan penekanan penting: “namun diajarkan dengan nilai-nilai kemewahan hidup.”
Apa sebenarnya kemewahan hidup versi keluarga Putri? Jawabannya terletak pada semangat hidup dan kecintaan pada aktivitas positif.
Kedua orang tuanya adalah sosok aktif yang mencintai olahraga dan seni musik.
“Mereka suka bernyanyi, badminton, tenis meja dan voli,” kenang Putri.

Meskipun adiknya tidak terlalu menyukai olahraga, semangat orang tua ini menular padanya.
Sejak kecil, Putri sudah terpapar dan jatuh cinta pada dunia badminton, tenis meja, voli, dan musik.
Fondasi inilah yang membentuknya menjadi pribadi yang dinamis dan mencintai gaya hidup sehat.
Namun, perjalanan hidup tak selalu mulus. Di tengah lika-likunya, Putri menemukan sebuah pelarian yang kemudian menjadi passion barunya: lari.
“Lari adalah pelarian dari keterpurukan hati hehe,” ujarnya dengan jujur, mengisyaratkan masa-masa sulit yang dialaminya.
Selain sebagai sarana healing, lari juga menawarkan kepraktisan.
“Lari adalah salah satu olahraga yang bisa aku lakuin sendiri,” jelasnya tentang alasan memilih olahraga ini.
Keputusan untuk mencoba lari membawanya pada perjalanan transformasi yang mengagumkan. Ia memulai dari titik yang sangat dasar.
“Dari yg ikut event 5k finish hampir 1 jam,” kenangnya tentang awal yang penuh perjuangan.
Tapi, tekad dan konsistensi adalah kuncinya. Perjalanan dari pemula yang tersengal-sengal menyelesaikan 5K hingga akhirnya mampu finish strong di race Half Marathon dua kali tahun ini adalah bukti nyata dedikasi dan kerja kerasnya.
Di balik kegemarannya pada badminton dan lari, terselip tantangan nyata yang harus dihadapi Putri: jadwal kerja shifting.
Kesibukan pekerjaannya yang tidak tetap seringkali berbenturan dengan keinginannya untuk bersosialisasi melalui olahraga.
“Kalo mau lari bareng temen, atau ikut acara komunitas dan event lainnya. Agak sulit buat aku pribadi. Karna weekend belum tentu libur heheh,” ujarnya, menggambarkan sulitnya menyelaraskan passion dengan tuntutan pekerjaan.
Tantangan terbesarnya muncul saat ia mendaftar untuk pertama kalinya mengikuti event lari Half Marathon. Keraguan besar menghantuinya.
“Aku ga yakin di awal. Karena aku ngerasa suka lari baru 6 bulan, dan kemampuanku sepertinya belum sampai kesana,” akunya jujur tentang ketidakpercayaan diri itu. Namun, sebuah momen menjadi titik balik.
“Ada kalimat seseorang yg awalnya nyakitin hati tp malah buat aku pengen buktiin,” ungkap Putri.
Kalimat yang menyakitkan itu justru menjadi motivator terkuatnya. Ditambah dengan dukungan kuat dari kedua orang tua, ia pun berlatih dengan tekun dan penuh disiplin.
Hasilnya? Sebuah pencapaian yang membanggakan.
“Alhamdulillah ternyata aku bisa finish strong Virgin Half Marathon 2:31 menit di BFI RUN 2025. Seneng bgtt!” serunya dengan penuh kebahagiaan.
Menyelesaikan half marathon pertama (virgin half) dengan waktu 2 jam 31 menit bukan hanya sekadar angka, tapi simbol kemenangan atas keraguan diri dan bukti bahwa kerja keras serta dukungan keluarga bisa mengantarkan pada pencapaian luar biasa.
Momen ini menjadi kenangan tak terlupakan yang mengukuhkan keyakinannya pada kemampuan diri sendiri.
Memandang ke depan, harapan Putri sederhana namun mendalam: kesehatan dan kebahagiaan untuk dirinya dan seluruh keluarganya.
Ia juga berharap bisa makin rajin olahraganya. Lebih dari itu, ia memiliki misi sosial: menginspirasi orang lain untuk berolahraga.
“Aku berharap, untuk semua yg melihat ini bisa ikut termotivasi untuk berolahraga,” pesannya.

Untuk mewujudkan harapan itu dan menyemangati orang lain, Putri membagikan dua pesan bermakna:
“You’ve done a good job, taking care of yourself. So well done, keep doing it. thank you for being kind for yourself.
Percayalah pada kemampuanmu sendiri. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira.”
Source image: putri








