Nosel.id Jakarta- Dari tanah Bandar Lampung yang hangat, tumbuhlah seorang gadis bernama Viany Vivilya.
Kota ini bukan sekadar tempat kelahiran dan tumbuh kembangnya, tapi ruang yang merajut fondasi karakternya.
“Lingkungan keluarga yang sangat hangat dan tetangga yang saling peduli,” kenangnya.
Nuansa kekeluargaan dan kepedulian inilah yang membentuknya menjadi pribadi yang menghargai hubungan dan memiliki sikap (attitude) yang ia pegang teguh sebagai kunci utama dalam mengarungi dunia yang keras sekalipun.
Jalan menuju sorot lampu dunia modeling bagi Viany tidaklah mulus seperti yang mungkin dibayangkan.
“Awalnya gak mudah utk aku bisa ngeraih beberapa prestasi,” akunya dengan jujur.
Ia mengakui telah “beberapa kali mengalami kegagalan di dunia modelling”.
Kata “kegagalan” itu diucapkan, bukan dengan kepahitan, tapi dengan pengakuan bahwa itu adalah bagian penting dari perjalanannya. Namun, Viny bukanlah tipe yang menyerah.
“Aku belajar dr kegagalan itu,” tekadnya jelas. Setiap kali jatuh, ia bangkit dengan analisa dan semangat baru.
Keyakinannya teguh:
“Gak ada usaha yang menghianati hasil.”
Dan keyakinan itu terbukti. “Beberapa pencapaian aku di dunia modelling itu bener-bener pure dari diri aku sendiri,” ungkapnya dengan bangga yang wajar.
Ini adalah pencapaian yang istimewa karena ia menekankan:
“Aku gak punya latar belakang keluarga di dunia modelling.”
Kesuksesannya bukan karena warisan atau koneksi turunan, melainkan murni buah dari kerja keras, ketekunan, pelajaran dari kegagalan, dan tentu saja, bakat yang diasah.

Pesan inilah yang ingin ia sampaikan kepada semua yang bermimpi:
“Pastinya kalian juga ada kesempatan untuk mencobaa…”
Dunia modeling, atau bidang apapun, terbuka bagi siapa saja yang berani memulai dan gigih berusaha.
Bagi Viany, dunia modeling bukan sekadar memenuhi passion. Ia melihatnya dengan kacamata yang cerdas dan praktis.
“Dari hobi ini sendiri aku selalu ambil poin positifnya,” jelasnya.
Poin positif yang dimaksud adalah berbagai “tawaran endorse atau job model yang menurut aku sangat menguntungkan.”
Ia mampu mengubah hobi dan bakatnya menjadi sumber penghasilan dan peluang ekonomi, menunjukkan sisi bisnis yang ia miliki di balik kecantikan dan talentanya di depan kamera.
Menguatkan pesannya, Viany berbagi kata-kata penyemangat yang lahir dari pengalaman pahit manisnya:
“Jikalau kalian mengalami kegagalan… teruslah mencoba… karena sesungguhnya itu bukanlah kegagalan tapi awal dari kesuksesanmu.
Dan yakinlah apa yg kamu dapatkan saat ini adalah yang terbaik.”
Kalimat ini adalah intisari ketangguhannya. Ia menolak memandang kegagalan sebagai akhir.
Sebaliknya, ia melihatnya sebagai batu loncatan, “awal dari kesuksesanmu.”
Ditutup dengan keyakinan mendalam untuk mensyukuri dan meyakini bahwa apa yang didapat saat ini, hasil dari perjuangan, adalah yang terbaik, sebuah bentuk penerimaan dan kepercayaan pada proses hidup.
Source image: viany









