Nosel.id Jakarta- Tiara Oktavia Saputri, lahir di kota Yogyakarta, tumbuh di tengah keluarga sederhana yang penuh kasih.
Masa kecilnya di kota yang sarat budaya ini memberikan kenangan hangat dan menjadi fondasi impian besarnya.
Sejak kecil, Tiara bercita-cita menjadi dokter. Inspirasi mendalam muncul saat duduk di bangku SMA ketika ia menjadi pasien seorang dokter gigi di rumah sakit di Jogja. “Dari sana, saya ingin menjadi dokter gigi,” kenangnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran gigi, Tiara memutuskan untuk keluar dari zona nyamannya.
Ia ingin merasakan hidup mandiri dan merantau. Keputusannya membawanya ke pedalaman Halmahera, sebuah pulau kecil yang terpencil.
Selama tiga tahun, ia mengabdi di daerah tersebut dan menyaksikan langsung minimnya tenaga medis, khususnya di bidang bedah mulut.
Pengalaman ini memotivasi Tiara untuk mengambil spesialisasi bedah mulut, yang kini ia jalani di tahun terakhir pendidikannya.

Sebagai dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis, kesehariannya penuh dengan praktik di berbagai rumah sakit di daerah, seperti Purwokerto, Temanggung, hingga terlibat dalam kegiatan bakti sosial di luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan dan Lombok.
Meski jadwalnya padat, Tiara selalu menyempatkan waktu untuk menjelajahi keindahan tempat-tempat tugasnya.
“Saat itu, saya suka sekali snorkling dan menikmati keindahan laut, terutama ketika tugas di Halmahera,” ungkapnya dengan senyum.
Namun, perjalanan Tiara tidak selalu mulus. Menjadi seorang dokter, apalagi dengan spesialisasi bedah mulut, membawa banyak tantangan.
Ia sering mendengar komentar seperti, “Kenapa sih perempuan harus susah-susah sekolah lama? Operasi itu berat, jadwalnya padat, dan sering keluar kota.”
Meski demikian, Tiara tetap teguh. Baginya, setiap perempuan berhak menentukan jalannya sendiri, selama itu berada dalam kebaikan.
“Kita harus tetap tahu kodrat dan peran utama kita sebagai perempuan, tetapi itu tidak membatasi kita untuk meraih apa yang kita impikan,” tegasnya.
Tiara juga memiliki harapan besar bagi perempuan Indonesia.
Ia ingin setiap perempuan menemukan jalan pengabdiannya sendiri, baik sebagai profesional, ibu rumah tangga, atau peran lainnya.
“Lakukan peranmu dengan bahagia dan bangga,” ucapnya. Ia juga terinspirasi oleh banyak perempuan yang telah melampaui batasan, menjalani pelatihan bertahun-tahun, menyelamatkan nyawa, namun tetap mampu merawat keluarga mereka.
Pesan Tiara untuk pembaca Indonesia sangat kuat dan menyentuh.
“Sebagai perempuan, kita selalu punya hak yang sama untuk meraih apa yang kita inginkan.
Jangan pedulikan apa kata orang, pecahkan stereotipe, dan bersinarlah sesuai jalan kita.
Jadilah dokter dengan rok, insinyur dengan manikur, atau ilmuwan dengan gaun cantik. Jadilah diri sendiri dan ciptakan masyarakat yang lebih baik untuk anak-anak kita.”
Ia menutup dengan kutipan dari Grey’s Anatomy: “At some point, you have to make a decision. Boundaries don’t keep other people out.
They fence you in.If you’re willing to take a chance, the view from the other side is spectacular.”
Source image: tiara









